UKMF AL ISHLAH

Tiada Yang Kami Inginkan Kecuali Perbaikan

Hamasah on Cyber



Kamilah orang yang telah mengangkat pedang
untuk meninggikan nama-Mu
di atas gugusan bintang yang be5kilau
Kami menjadi gunung di antara rentetan gunung, kami pun menjadi gelora ombak
saat kami mengarungi lautan
kami telah mengumandangkan adzan
di tempat ibadah bangsa Eropa
sebelum orang lain mampu menaklukannya
Seluruh dataran Afrika
tidak mungkin melupakan
bahwa kami pernah sujud di bentangan padang pasir mereka,
Kami sujud di sana
saat buminya
menyemburkan api yang membara
Kami sandang pedang di dada kami,
Kami tidak akan melupakan saat kami mampu
memperdayai orang-orang yang sombong
Berteduh di bawah naungan pedang
laksana bernaung di bawah kebun yang indah
dengan taburan semerbak wangi bunga
Kami tidka gentar mneghadapi raja
yang memerangi kami
walaupun ranjau kematian mengintai kami
Kami berterik dengan lntang,
bahwa tidak ada Tuhan , kecuali yang telah
menciptakan alam dan telah menetukan taqdir
Kami tengadahkan kepal kmi, wahai Tuuhan,
kami bentangkan telapak tangan kami
mengharap pahala-Mu yang berlipat ganda
dan memohon untuk berdampingan di sisi-Mu


                                                         Muhammad Iqbal


PERJUANGAN MENGGAPAI SEBUAH MIMPI

 

“….biarlah kelelahan itu yang lelah mengejar kita

 sebagai kader-kader dakwah

 untuk perubahan pada negeri yang sedang korup”.

 (M. Anis Mata)

 

Hidup ini perlu perjuangan, perjuangan yang menentukan hitam putih kita. Sebagaimana dakwah juga butuh bentuk konkret perjuangan kita. Namun bentuk konkret dakwah kita beda dengan saudara-saudara kita di Palestina. Jika mereka benar-benar nyawa taruhannya, sedangkan kita lebih banyak ke arah menahan hawa nafsu yang ada dalam diri kita sendiri (antum boleh tidak sependapat), itu pendapat saya dengan menyimpulkan dari kenyataan di lapangan. Seseorang bisa dikatakan berhasil apabila bisa memerangi diri sendiri dulu. Karena perjuangan dari diri lebih sulit dan menyakitkan bila dibandingkan dengan yang lainnya. Bahkan terkadang bergugurannya kader-kader di jalan dakwah faktor pendorongnya adalah kurangnya kemampuan untuk memanaj hati dan nafsu yang ada di dirinya. Sebagai contoh adalah ketika seseorang merasa kecewa, sakit hati pada seseorang atau lembaga, yang kemudian kekecewaaan tersebut dialihkan ke tempat lain. Jelaslah bahwa Allah SWT menguji ketegaran dakwah dan jihad kita dengan makna permasalahan yang tidak tampak, seperti pepatah “Padang di dunia ditempuh dengan jalan kaki, padang di akherat ditempuh dengan hati”. Mungkin itu merupakan perenungan bagi kita semua akan pentingnya fungsi hati, karena sering kali seseorang lebih mengandalkan isi kepala daripada isi hati. Rasulullah SAW juga bersabda, “Demi Allah , seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku supaya aku meninggalkan urusan dakwah ini, aku tidak akan meninggalkannya sehingga Allah memenangkan dakwah ini atau aku binasa karenanya”.

Seseorang yang mempunyai tujuan hidup adalah orang yang memiliki mimpi yang besar. Mimpi yang dimaksud disini adalah sebuah harapan, cita-cita, perjuangan, dan usaha untuk terjadi revolusi besar pada dirinya dan tidak menjadi manusia yang statis. Seseorang yang tidak punya banyak mimpi, maka ia akan terpuruk dengan kestatisannya atau menerima keadaan yang ada pada dirinya apa adanya tanpa ada maksud untuk merubahnya. Memenej hati juga termasuk dalam rangkaian menggapai sebuah mimpi. Dan ingat satu hal, jangan pernah bermimpi di siang bolong (adh-ghatsu ahlaam), karena akan sia-sia. Wujudkan mimpi antum semua dalam sebuah bukti konkrit walaupun sekecil apapun peran kita dan yang penting adalah belajar untuk bisa memahami orang lain dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Memang sulit untuk bisa memelihara hati untuk tetap istiqamah di jalan dakwah, tetapi itu adalah bentuk nyata perjuangan kita. Disadari ataupun tidak disadari, kita akan mengalami tahap seperti itu, akan menjumpai permasalahan itu bahkan mungkin kita sendiri yang dihadapakan pada permasalahan itu. Penguatan ruh adalah satu-satunya jalan yang bisa mengatasi hal itu, karena tanpa ruh yang kuat, saya yakin kita akan terhanyut pada derasnya arus kefuturan. (Bintang)